Semarang - Lebih dari 1.000 orang eks Gafatar asli Jawa dan Kalimantan tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Mereka langsung didata dan dipulangkan menggunakan 35 bus, namun hingga sekarang proses masih berlangsung dan diperkirakan butuh waktu 7 jam sejak kapal bersandar.
Kapal Dharma Feri II yang mengangkut para eks Gafatar tersebut tiba sekira pukul 18.30 WIB. Mereka langsung dibawa ke lantai dua terminal penumpang untuk kemudian dikumpulkan lalu didata.
Eks Gafatar yang sudah terdata ditandai jarinya dengan tinta ungu. Mereka lalu dibawa sesuai kelompok menuju bus masing-masing untuk dibawa ke asrama haji Donohudan, Boyolali.
"Ada 34 bus, truk TNI untuk mengangkut barang. Rekan kepolisian melakukan pengawalan. Tiap pengawalan ada 1 pleton di depan dan di belakang," kata Komandan pangkalan TNI AL Semarang, Kolonel Laut (P) Elka Setiawan, Rabu (27/1/2016).
Dari data manifest keberangkatan tercatat orang dewasa 860 jiwa, anak-anak 329 jiwa, bayi 92 jiwa, sepeda 19 unit, motor 39 unit, dan mobil 5 unit. Domisili asli para eks Gafatar antara lain dari Jateng, DIY, Jatim, bahkan Kalimantan.
"Kami akan cek lagi antara manifest keberangkatan dan kedatangan, karena yang sebelumnya (Senin 25/1) ada perbedaan dari awal 351 orang menjadi 354 orang. Kali ini tercatat 1.281 orang," tandasnya.
Hingga saat ini proses pendataan masih berlangsung. Beberapa di antaranya ada yang datang ke tim medis untuk berobat dan ada seorang wanita yang mengalami pendarahan.
"1 pendarahan tadi langsung ditangani tim medis," tegas Elka.
Dari data manifest keberangkatan tercatat orang dewasa 860 jiwa, anak-anak 329 jiwa, bayi 92 jiwa, sepeda 19 unit, motor 39 unit, dan mobil 5 unit. Domisili asli para eks Gafatar antara lain dari Jateng, DIY, Jatim, bahkan Kalimantan.
"Kami akan cek lagi antara manifest keberangkatan dan kedatangan, karena yang sebelumnya (Senin 25/1) ada perbedaan dari awal 351 orang menjadi 354 orang. Kali ini tercatat 1.281 orang," tandasnya.
Hingga saat ini proses pendataan masih berlangsung. Beberapa di antaranya ada yang datang ke tim medis untuk berobat dan ada seorang wanita yang mengalami pendarahan.
"1 pendarahan tadi langsung ditangani tim medis," tegas Elka.
Diperkirakan, lanjut Elka, proses pendataan hingga selesai semuanya diangkut bus akan memakan waktu sampai 7 jam. Pihak aparat TNI Polri serta instansi terkait terlihat terus bersiaga dan membantu para pengungsi tersebut.
"Kira-kira butuh waktu 7 jam," katanya.
"Kira-kira butuh waktu 7 jam," katanya.
(detik.com)

0 komentar:
Posting Komentar